Sabtu, 14 Maret 2015

Sistem Persamaan Linear Dua Variabel


Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
a.    Bentuk-bentuk sistem persamaan linear dua variabel
1)      Perbedaan PLDV dan SPLDV
a)       Persamaan linear dua variabel (PLDV)
Persamaan linear dua variabel adalah persamaan yang memiliki dua variabel dan pangkat masing-masing variabelnya satu. Jika dua variabel tersebut x dan y, maka PLDV-nya dapat dituliskan :
ax + by = c             dengan a, b ≠ 0
Contoh :                                                              
1). 2x + 2y = 3
2). y = 3x -2
3). 6y + 4 = 4x
b)      Sistem persamaan linear dua variabel (SLDV)
SPLDV adalah suatu system persamaan yang terdiri atas dua persamaan linear (PLDV) dan setiap persamaan mempunyai dua variabel. Bentuk umum SPLDV adalah:
  ax + by = c
px + qy = r ; dengan a, b, p, q ≠ 0
Contoh :
1). 3x + 2y = 7 dan x = 3y + 4
2).
3). x – y = 3 dan x + y = -5 atau dapat ditulis
2). Menyatakan suatu variabel dengan variabel lain pada persamaan linear
Contoh :
Diketahui persamaan x + y = 5, jika variabel x dinyatakan dealam variabel y menjadi :
x + y = 5
Û x = 5 – y
3).  Mengenal variabel dan koefisien pada SPLDV
Contoh :
Diketahui SPLDV : 2x + 4y = 12 dan 3x – y = 5
Ø  Variabel SPLDV adalah  x dan y
Ø  Konstanta SPLDV adalah 12 dan 5
Ø  Koefisien x dari SPLDV adalah 2 dan 3
Ø  Koefisien y dari SPLDV adalah 4 dan -1
4).  Akar dan Bukan akar SPLDV
Dalam sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) terdapat pengganti-pengganti dari variabel sehingga kedua persamaan menjadi benar. Pengganti-pengganti variabel yang demikian disebut penyelesaian atau akar dari sistem persamaan linear dua variabel. Apabila pasangan pengganti menyebabkan salah satu atau kedua persamaan menjadi kalimat tidak benar disebut bukan penyelesaian  atau bukan akar dari SPLDV tersebut.
Contoh :
Diketahui SPLDV : 2x – y = 3 dan x + y = 3
Tunjukkan bahwa x = 2 dan y = 1 merupakan akar dari SPLDV tersebut .
Jawab :
Ø  2x – y = 3
Jika x = 2 dan y = 1 disubstitusikan pada persamaan diperoleh
2x  - y = 3
Û 2(2) – 1 = 3
Û 3 = 3 (benar)
Ø  x + y = 3
jika x = 2 dan y = 1 disubstitusikan pada persamaan diperoleh
x + y = 3
Û 2 + 1 = 3
Û 3 = 3 (benar)
Jadi, x = 2 dan y = 1 merupakan akar dari SPLDV 2x – y = 3 dan x + y = 3
b. Penyelesaian SPLDV
Untuk menentukan penyelesaian atau kar dari SPLDV dapat ditentukan dengan 3 cara, yaitu metode grafik, metode substitusi, metode eliminasi.
1.      Metode grafik
Prinsip dari metode grafik yaitu mencari koordinat titik potong grafik dari kedua persamaan. Dari contoh diatas apabila dikerjakan dengan metode grafik sebagai berikut.


x + y = 4
x
0
4
y
4
0
(x,y)
(0,4)
(4,0)

x – 2y = - 2
x
0
-2
y
1
0
  (x,y)
(0,1)
(-2,0)
Gambar 1.1
Grafik perpotongan x + y = 4 dan x – 2y = -2

 
                                          
                                                                 

       
Dari grafik terlihat kedua grafik berpotongan di (2,2). Koordinat titik potong (2,2) merupakan penyelesaiannya
Jadi, penyelesaiannya x = 2 dan y = 2
2.      Metode substitusi
Hal ini dilakukan dengan cara memasukkan atau mengganti salah satu variabel dengan variabel dari persamaan kedua.
Contoh :
Tentukan penyelesaian dari SPLDV : x + y = 4 dan x – 2y = -2 dengan metode substitusi!
Jawab :
Ø  x + y = 4 Þ x = 4 – y
Ø  x = 4 – y disubstitusikan pada x – 2y = - 2 akan diperoleh :
x – 2y = -  2
Û (4 – y )2y = - 2
Û 43y = - 2
Û -3y = -6
Û y = = 2
Ø  selanjutnya untuk y =2 disubstitusikan pada salah satu persamaan, misalnya ke persamaan x + y = 4, maka diperoleh :
x + y = 4
Û x + 2 = 4
Û x = 4 – 2 = 2
Jadi, penyelesaianya adalah x = 2 dan y = 2
3.      Metode eliminasi
Caranya sebagai berikut :
a.       Menyamakan salah satu koefisien dan pasangan suku dua persamaan bilangan yang sesuai.
b.      Jika tanda pasanganan suku sama, kedua persamaan di kurangkan.
c.       Jika tanda pasangan suku berbeda, kedua suku persamaan ditambahkan
Contoh :
Tentukan penyelesaian dari SPLDV : x + y = 4 dan x – 2y = -2 dengan metode eliminasi!
Jawab :
Ø  Mengeliminir peubah x
x + y  = 4
x – 2y = - 2
      3y = 6
        y = 2
Ø  Mengeliminir peubah y
x + y  = 4       2    2x + 2y = 8
x – 2y = - 2     •1     x – 2y  = -2
                                    3x        = 6
                                       x       = 2
Jadi, penyelesaianya adalah x = 2 dan y = 2

Sistem Pendukung Sistem


Sistem Pendukung Keputusan

§  Definisi SPK/DSS :
Suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi pemecahan masalah maupun kemampuan komunikasi dalam memecahkan masalah

§  Definisi GDSS :
Sistem Pendukung Keputusan kelompok yang berusaha memperbaiki komunikasi di antara para anggota kelompok dengan menyediakan lingkungan yang mendukung  dan mendukung para pengambil keputusan dengan menyediakan perangkat lunak GDSS yang disebut groupware

§  Pengambilan Keputusan
-          Jenis-jenis keputusan menurut Simon :
Keputusan terprogram bersifat “berulang dan rutin sampai pada batas hingga suatu prosedur pasti telah dibuat untuk menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak dianggap sesuatu yang baru jika tiap kali terjadi”
Keputusan Tak terprogram bersifat “baru, tidak terstruktur dan jarang konsekuen. Tidak ada metode yang pasti untuk menangani masalah ini karena belum begitu penting sebelumnya atau karena sifat dan struktur persisnya tidak terlihat atau rumit, atau karena begitu penting sehingga memerlukan perlakuan yang sangat khusus”.

-          Tahap-tahap pengambilan keputusan menurut Simon :
1.      Kegiatan Intelijen, mengamati lingkungan untuk mengetahui kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki
2.      Kegiatan Merancang, Menemukan, mengembangkan dan menganalisis berbagai alternative tindakan yang mungkin
3.      Kegiatan Memilih, Memilih satu rangkaian tindakan tertentu dari beberapa yang tersedia.
4.      Kegiatan Menelaah, Menilai pilihan-pilihan




§  Konsep DSS
Tahap-tahap pengambilan keputusan Simon digunakan untuk menentukan struktur masalah. Masalah terstruktur merupakan suatu masalah yang memiliki struktur pada tiga tahap pertama Simon yaitu intelijen, rancangan dan pilihan. Masalah tak terstruktur merupakan masalah yang sama sekali tidak memiliki struktur pada tiga tahap Simon. Masalah Semi Terstruktur, merupakan masalah yang memiliki struktur hanya pada satu atau dua tahap Simon.
-          Jenis-jenis DSS menurut Alter :
1        Mengambil elemen-elemen informasi (jenis yang memberikan dukungan paling sedikit)
2        Menganalisis seluruh file
3        Menyiapkan laporan dari berbagai file
4        Memperkirakan akibat keputusan
5        Mengusulkan keputusan
6        Membuat keputusan (jenis yang paling banyak memberikan dukungan)

§  Tujuan DSS
1.      Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan maslah
2.      Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya
3.      Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensi
§  DSS dan SIM
DSS fokus terhadap masalah-masalah semi terstruktur, SIM menyediakan informasi bagi manajer.
§  Model DSS
    1. Perangkat Lunak Penulisan Laporan
    2. Model Matematika
    3. Groupware

§  Sistem Pendukung Keputusan Berkelompok
-          Konsep GDSS (Group Decision Support System), merupakan sistem berbasis computer yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam suatu tugas bersama dan menyediakan interface bagi suatu lingkungan yang digunakan bersama. Istilah lainnya : GSS (group support system), CSCW (computer support cooperative work), CCWS (Computerized collaborative work support), EMS (electronic meeting system). Perangkat lunak yang digunakan disebut groupware.
-          GDSS berkontribusi memecahkan masalah
Komunikasi yang lebih baik memungkinkan keputusan yang lebih baik. GDSS berkontribusi memecahkan masalah dengan menyediakan suatu pengaturan yang mendukung komunikasi.

-          Pengaturan Lingkungan GDSS
Ruang Keputusan, merupakan pengaturan untuk rapat kelompok kecil secara tatap muka. Ruangan tersebut medukung komunikasi melalui kombinasi perabot, peralatan dan tata letak.
Jaringan Keputusan Setempat (LAN), jika kelompok kecil tidak mungkin bertemu secara tatap muka, maka para anggota dapat berinteraksi melalui jaringan
Pertemuan Legislatif, jika kelompok terlalu besar untuk ruang keputusan, maka pertemuan legislative diperlukan.
Konferensi Bermedia Komputer, beberapa aplikasi kantor virtual memungkinkan komunikasi antara kelompok-kelompok besar dengan anggota yang tersebar secara geografis.